Select Page
Syariah atau Konvensional ?

Syariah atau Konvensional ?

Tentunya terbesit dalam pikiran Anda tentang pertanyaan seperti yang ada di atas. Inti pertanyaannya: Kenapa kedua perumahan tersebut dibedakan istilahnya? Jawaban yang mudah untuk menjawabnya adalah: Keduanya mempunyai sistem yang berbeda.

Poin utama yang membedakan kedua istilah perumahan tersebut, yakni: ada tidaknya riba.

Dalam Alquran dan hadis, Allah dan Rasulullah saw. memberi peringatan kepada para pelaku riba. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Diperangi Allah dan Rasul. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 278-279)
  • Pelaku riba dilaknat oleh Rasul. (H.R. Muslim No. 1598)
  • Riba terasuk 7 dosa besar yang menjerumuskan pelakunya dalam neraka. (H.R. Bukhari No. 2766 dan Muslim No. 89)
  • Terdapat 73 pintu untuk dosa riba, yang paling ringan seperti berzina dengan ibu kandung. (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
  • 1 dirham dari transaksi riba dan pelakunya sadar maka seperti berzina 36 kali. (H.R. Ahmad dan Al-Baihaqi)
  • Jika perzinaan dan prektik ribawi sudah marak di suatu negeri maka mereka menghalalkan diri mereka untuk diazab oleh Allah. (H.R. Al-Hakim)

Peringatan-peringatan tersebut merupakan peringatan yang keras tentang dosanya riba. Perumahan islami yang syariah berusaha menjamin pembelinya agar terbebas dari dosa riba. Makanya, dalam perumahan islami tak ada istilah bunga, sita, denda, akad bermasalah, hingga BI checking. Hal tersebut semata-mata agar pihak pembeli dan penjualnya merasa aman dari riba. Berbeda dengan perumahan konvensional yang mau tak mau akan terikat dengan bank yang ujung-ujungnya terdapat unsur riba.

Selama perjalanan ini, walaupun sudah ada perumahan syariah, banyak orang yang masih memilih perumahan konvensional yang menggunakan sistem riba. Mengapa? Ternyata banyak orang mengira bahwa dengan membeli perumahan konvensional, lebih menguntungkan dari segi pengeluaran. Ada yang tanpa DP, DP murah, cicilan rendah dan berbagai kemudahan lainnya.

Padahal, hal tersebut merupakan tipuan riba oleh bank. Ketika awal membeli perumahan konvesional, mungkin cicilan terbilang flat dan murah. Tetapi jika dilihat dalam beberapa tahun ke depan, maka cicilan meningkat sesuai peningkatan bunganya. Hal tersebut jarang menjadi pertimbangan konsumen hingga ia terjebak dalam sistem riba. Belum lagi dengan adanya denda dan sita. Bagi yang tidak bermasalah dalam pelunasannya, mungkin tak terasa jebakannya. Tetapi bagi yang bermasalah, mereka akan dirugikan oleh sistem tersebut. Untung bagi bank dan mencekik bagi yang membelinya.

Pertanyaannya: masih mau tertipu? Mari tanyalah pada diri masing-masing: kenapa dalil sudah jelas, tapi kita tidak sadar juga? Tentunya hal ini menjadi pilihan Anda: mau perumahan yang islami atau yang ribawi?

Penulis: Eko Apriansyah (www.perumahanislamiindonesia.com)

*tulisan ini hasil saduran dari tulisan Indo Properti Syariah dengan beberapa tambahan dari penulis

Cara Melunasi Hutang Riba Secara Islam

Cara Melunasi Hutang Riba Secara Islam

Banyak orang yang pernah berhutang atau masih memiliki hutang. Dalam Islam hutang bisa diperbolehkan untuk kepentingan darurat dan tidak diizinkan jika hutang tersebut masuk dalam hutang riba. Perlu bagi kaum muslim untuk segera melunasi hutang tersebut jika memang ada riba di dalamnya.

Jika mampu untuk melunasi hutang, alangkah baiknya segera dilakukan dan jangan ditunda-tunda.Hal tersebut juga baik untuk ketenangan diri agar tidak memikirkan hutang lagi. Lepas semua yang dihasilkan dari riba, segera kembalikan pinjaman riba, dan bertobat supaya tidak kembali berhubungan dengan riba.

 

Bagi yang sudah memiliki hutang dengan sistem riba, lakukan hal berikut untuk melunasi hutang dan terlepas dari riba.

1. Melepas hasil riba

Menjual benda yang dibeli dari hasil pinjaman riba tersebut, untuk kemudian digunakan untuk melunasi hutang. Jika benar-benar ingin lepas dari hutang riba, tidak ada salahnya untuk menjual aset yang diperoleh dari hasil riba.

Apabila penjualan barang tersebut tidak mencukupi untuk melunasi hutang, dapat dengan meminta pinjaman ke orang terdekat untuk tambahan dana pelunas hutang. Mintalah bantuan ke orang yang mampu dan mau membantu tanpa riba.

Namun jika masih kekurangan, rajinlah bekerja dengan semangat untuk bisa mengumpulkan dana agar dapat terkumpul lebih banyak untuk melunasi pinjaman. Carilah kerja tambahan yang bisa menambah dana untuk mengembalikan pinjaman.

Hidup dengan lebih sederhana dan hindari boros agar bisa lebih cepat mengumpulkan dana kekurangannya. Jika masih tidak bisa melunasi karena belum cukup dana, cobalah untuk bersedekah. Jangan takut harta berkurang, karena bersedekah justru merupakan pintu untuk mendapatkan rezeki yang diberkahi.

2. Segera Lunasi

Hutang merupakan salah satu yang lebih baik jika bisa dihindari. Namun sekarang ini kebanyakan orang justru memilih hutang untuk sebuah modal atau untuk mengatasi kekurangan dana. Jika hutang biasa tanpa bunga tidak dipermasalahkan, tetapi jika menggunakan hutang riba maka dilarang.

Penerima dan juga pemberi riba tetap merupakan dosa, jadi lebih baik tidak dilanjutkan. Untuk yang memiliki pinjaman riba dan sudah memiliki dana untuk melunasi, akan lebih baik jika disegerakan. Allah SWT tidak menyukai hamba Nya yang menunda-nunda hutang, jadi wajib untuk segera dibayar jika sudah ada kemampuan.

Jangan sampai dana yang sudah ada malah digunakan untuk keperluan lain. Jika perlu simpan dana untuk melunasi hutang di tempat yang sulit untuk diambil sehingga tidak tergiur untuk menguranginya. Saat ada dana dan kemampuan untuk terlepas dari riba, segeralah lakukan agar hidup lebih terasa tenteram tanpa bayangan riba.

3. Bertobat memohon ampun

Hutang riba adalah salah satu yang wajib untuk segera diselesaikan atau dibayarkan.Riba adalah salah satu dosa, sehingga untuk kaum Muslim yang ingin terlepas dari riba sebaiknya bertobat lebih dulu.

Minta ampun dan jangan kembali mengulanginya. Perbanyak memohon ampun dengan hati ikhlas untuk bertobat dari riba. Rajin berdoa dan jadilah orang yang lebih sederhana sehingga dapat mencegah kembali meminjam yang ada ribanya. Mendekatkan diri dengan lebih rajin berdzikir agar selalu ingat tentang larangan riba sebagai salah satu dosa besar.

Bergaulah di lingkungan yang lebih Islami agar bisa memperbaiki diri untuk tidak lagi melirik riba dalam bentuk apa pun. Itulah beberapa informasi terkait cara melunasi hutang riba secara Islam. Pasti ada cara lain untuk menemukan rezeki selain dari hutang dengan sistem riba. Bisa saja setelah lepas dari riba, rezeki akan datang lebih lancar.

Sumber : Khalifaland.com