Select Page
Apa Itu Properti Sistem Syariah?

Apa Itu Properti Sistem Syariah?

Properti yang memiliki konsep dan lingkungan yang islami. Transaksi yang dilakukan sesuai dengan aturan islam (syariah). Selain itu sistem kredit rumah syariah tanpa pengajuannya KPR ke Bank Konvensional / Bank Syariah. Otomatis tidak ada BI Checking, hanya ada 2 pihak (Developer dan Pembeli) yang bertransaksi, cicilan rumah flat sampai lunas tanpa ada suku bunga.

Properti Sistem Syariah atau KPR Syariah tidak menjaminkan barang yang sedang diperjualbelikan, tidak ada denda jika terlambat membayar, tidak ada penalti jika lebih cepat melakukan pelunasan, rumah pun tidak akan disita walaupun tidak sanggup untuk melanjutkan angsuran, tidak memakai asuransi yang disyaratkan. Asuransi sepenuhnya atas kerelaan developer dalam menyikapi musibah yang melanda pembeli.

Siapa yang membutuhkan Properti Sistem Syariah ?

Seluruh ummat yang beragama membutuhkan perumahan dengan pembelian syariah. Agama Kristen dan Nasrani karena tercantum dalam kitab masing-masing bahwa Riba itu dilarang.

Investasi aman dan nyaman untuk dunia dan akhirat serta Insya Allah menjadi jalan untuk masuk ke dalam surga.

Menciptakan rumahku surgaku yang sebenarnya dan tercipta kenyamanan tinggal di dalam rumah serta perkembangan anak yang baik.

Seorang dengan kemampuan membeli rumah, tetapi tidak bisa membeli kepada Bank (Blacklist Bank, Tidak Lolos BI Checking).

Properti syariah merupakan properti yang menerapkan sistem KPR syariah 100% Tanpa Riba :

  • Tanpa KPR Riba
  • Tanpa KPR Bank
  • Tanpa BI Checking
  • Tanpa Denda
  • Tanpa Sita
  • Tanpa Suku Bunga
  • Tanpa Akad Bathil
  • Hati Senang
  • Keluarga Tenang

Bagaimana Apakah Anda mau Mengabil Rumah dengan skema pembayaran syariah yang Insya Allah Berkah atau KPR Konvesional yang masih melakukan praktek Riba yang ngeribanget ? dan bahkan Allah dan Rasullnya pun menantang perang terhadap pemakan riba .

Sumber: Hasanaland.com

Inilah Cara Cerdas Beli Rumah Tanpa Riba Yang Bisa Anda Lakukan

Inilah Cara Cerdas Beli Rumah Tanpa Riba Yang Bisa Anda Lakukan

Saat ini harga rumah memang semakin tinggi setiap tahun nya karena populasi penduduk yang semakin bertambah juga. Apalagi masyarakat Indonesia merupakan komunitas penduduk yang sangat besar di dunia, karena itulah lahan semakin sempit membuat harga rumah menjadi semakin mahal.

Harga rumah dari hari ke hari memang selalu meningkat, karena itulah ada banyak pebisnis property yang membuka perumahan dengan sistem kredit. Rumah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ini menjadi solusi dari para pebisnis untuk masyarakat yang tidak memiliki uang banyak untuk membeli rumah sehingga bisa kredit.

Anda yang ingin membeli rumah KPR ini hanya perlu menyiapkan uang sekitar 10 – 20 % saja dari harga rumah, dan anda sudah bisa memiliki rumah. Sisanya akan dibayarkan oleh pihak ketiga yang biasanya merupakan bank sehingga terlihat mudah untuk bisa langsung memiliki rumah.

Tetapi hukum islam menganggap mengambil rumah dari Bank ini termasuk riba yang ancaman nya adalah harta tidak berkah serta mendapatkan siksa di akhirat nanti. Tetapi anda tidak perlu patah semangat untuk mendapatkan rumah karena anda bisa membeli rumah tanpa riba dengan 5 cara cerdas beli rumah tanpa riba berikut ini:

  1. Beli Rumah Secara Cash

Beli rumah secara cash merupakan salah satu cara menghindari riba karena anda tidak perlu menggunakan bank untuk pembayaran nya. Biasanya pembelian rumah yang tidak cash harus menggunakan sistem pinjam bank, jadi sisa dari pembelian rumah tersebut dibayarkan terlebih dahulu oleh bank sehingga anda harus membayarkan uang nya ke Bank.

Memiliki motivasi untuk memiliki rumah adalah hal yang paling penting, anda hanya perlu menabung terlebih dahulu agar mendapatkan uang yang cukup untuk membayar rumah cash. Sama saja dengan anda menabung demi tercapainya memiliki rumah, tetapi hasilnya memang lebih lama untuk memiliki rumah sendiri.

Anda hanya perlu menabung dan bekerja lebih keras agar uang anda lebih cepat terkumpul, dengan begitu anda tidak susah payah membayar rumah bulanan. Selain itu membayar rumah secara cash akan membuat rumah anda lebih berkah dibanding harus menggunakan sistem riba.

  1. Menabung Dalam Dinar Emas

Biasanya menabung memang membuat anda merasa kurang nyaman karena ketika anda butuh uang akan menggunakan uang untuk beli rumah tersebut. Tetapi anda tidak perlu khawatir karena sebenarnya bisa menabung dalam bentuk emas agar anda tidak menggunakan nya.

Simpan tabungan anda dalam bentuk emas agar anda bisa membeli rumah dengan menjual hasil emas tersebut. Apalagi emas biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dari tahun ke tahun sehingga anda bisa mendapatkan rumah tanpa perlu takut uang tabungan anda terpakai.

  1. Membeli Tanahnya Dulu

Tidak ada salahnya untuk membeli tanahnya terlebih dahulu sebelum membeli rumah, karena biasanya membeli rumah dengan tanahnya pasti lebih mahal. Anda bisa membangun rumahnya sendiri dengan uang secukupnya nanti, jadi anda tidak perlu menabung lagi.

Anda bisa membuat rumah tanpa keramik misalnya, jadi menyusul sedikit demi sedikit dengan membeli batu bata, semen dan lain-lain. Dengan begitu uang anda tidak akan habis dipakai, jadi langsung membeli material secara bertahap sehingga tidak perlu membeli rumah dengan sistem KPR.

  1. Membeli Rumah Dengan KPR Syariah

Membeli rumah dengan sistem KPR syariah? Apakah itu? Anda bisa membeli rumah dengan mencicil tapi harga jualnya jelas, dan akadnya jelas, transaksi langsung antara penjual dengan pembeli, cicilan tetap tanpa denda dan sita rumah.

Itulah cara cerdas beli rumah tanpa riba yang bisa anda lakukan agar rumah anda lebih nyaman ditempati. Tidak perlu khawatir karena jika anda berusaha sungguh-sungguh pasti bisa memiliki rumah yang indah dan bagus, terima kasih.

Pesatnya Perkembangan Perumahan Syariah Di Indonesia

Pesatnya Perkembangan Perumahan Syariah Di Indonesia

Pesatnya Perkembangan Perumahan Syariah Di Indonesia

Sistem ekonomi berbasis Syari’ah saat ini memang tumbuh dengan cepat karena Indonesia sendiri dihuni oleh mayoritas beragama islam. Terkadang memang ada bisnis yang mengandung riba sehingga tanpa di sadari hal tersebut bertolak belakang dengan tuntunan agama islam.

Salah satu bisnis yang saat ini menggunakan syari’ah adalah bisnis perumahan yang ada di Indonesia sehingga bisnis property semakin berkembang pesat. Dalam beberapa tahun belakangan ini perkembangan perumahan Syari’ah di Indonesia sangat bagus dan penjualan semakin naik.

Bisnis syari’ah di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 11,23 % setiap tahun nya sehingga banyak pebisnis property yang menggunakan basis syari’ah dalam setiap penjualan nya. Ini merupakan pertanda bahwa peluang bisnis property berbasis syari’ah masih terbuka lebar karena sistem nya yang mudah dan tidak mengandung riba.

Bisnis syari’ah ini mulai mendapatkan perhatian public dari berbagai sisi, dan menjadi akses yang baik bagi masyarakat ekonomi rendah. Hanya saja dalam aplikasinya, masih ada masyarakat yang belum mengenal apakah itu perumahan Syari’ah sehingga perlu di adakan sosialisasi lebih lanjut.

Kenapa perkembangan perumahan syari’ah di Indonesia bisa berkembang sangat pesat? Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhinya, cek saja ulasan nya berikut ini:

  1. Faktor Agama

Mayoritas masyarakat di Indonesia adalah beragama islam, karena itulah faktor agama ini juga membuat banyak orang lebih memilih membeli property yang menjalankan basis syari’at agar terhindar dari riba. Terkadang ada rumah yang dijual dengan sistem tertentu yang dianggap kurang berkah nantinya, karena itulah masyarakat memilih untuk membeli property yang syariah.

  1. Harga Bersaing

Hal kedua yang menjadi faktor meningkatnya perkembangan perumahan syariah adalah karena harga nya sangat bersaing sehingga ada banyak rumah yang dijual lebih terjangkau. Pastinya orang-orang akan memilih rumah yang terjangkau dan sesuai syariah tentunya dari pada yang tidak sesuai syariah bukan?

Hal ini menjadi bukti bahwa perkembangan perumahaan syariah ini memang didasari oleh hukum riba yang terkadang masih menjadi perbincangan yang hangat. Ada yang mengatakan bisnis tertentu riba, ada juga yang berdalih bahwa itu tanpa riba.

  1. Desain Menarik

Bukan hanya perumahan biasa saja yang desain nya menarik, saat ini perumahaan syariah juga memiliki desain yang menarik sehingga banyak orang yang memilih untuk membeli rumah di bisnis syariah. Perkembangan ini tidak keluar dari bentuk-bentuk rumah yang selalu up to date, karena itulah bisnis property bisa berkembang sangat cepat setiap tahun nya.

  1. Masyarakat Mulai Mengerti Riba

Masyarakat saat ini mengerti tentang riba dan menekankan bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak diperbolehkan sehingga mereka ingin mendapatkan rumah yang lebih berkah. Rumah yang dibeli dengan hasil riba pastinya tidak mendatangkan ketenangan, karena itulah masyarakat memilih membeli perumahaan syariah saat ini.

Itulah beberapa faktor yang menjadi alasan kenapa bisnis perumahan syariah berkembang lebih cepat dibanding bisnis perumahan biasa? Karena itulah anda yang berada di binis property sebaiknya mempelajari hal ini karena sangat penting untuk kebutuhan bisnis anda selanjutnya.

Jika anda masih menggunakan basis yang lama, masyarakat tidak akan menoleh karena mereka bukan hanya butuh rumah saja, tetapi sebuah rumah yang halal di mata agama mereka. Karena rumah tidak hanya dihuni sehari atau dua hari saja, tetapi bertahun-tahun lama nya sehingga mereka lebih selektif dalam memilih rumah, terima kasih.

Syariah atau Konvensional ?

Syariah atau Konvensional ?

Tentunya terbesit dalam pikiran Anda tentang pertanyaan seperti yang ada di atas. Inti pertanyaannya: Kenapa kedua perumahan tersebut dibedakan istilahnya? Jawaban yang mudah untuk menjawabnya adalah: Keduanya mempunyai sistem yang berbeda.

Poin utama yang membedakan kedua istilah perumahan tersebut, yakni: ada tidaknya riba.

Dalam Alquran dan hadis, Allah dan Rasulullah saw. memberi peringatan kepada para pelaku riba. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Diperangi Allah dan Rasul. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 278-279)
  • Pelaku riba dilaknat oleh Rasul. (H.R. Muslim No. 1598)
  • Riba terasuk 7 dosa besar yang menjerumuskan pelakunya dalam neraka. (H.R. Bukhari No. 2766 dan Muslim No. 89)
  • Terdapat 73 pintu untuk dosa riba, yang paling ringan seperti berzina dengan ibu kandung. (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
  • 1 dirham dari transaksi riba dan pelakunya sadar maka seperti berzina 36 kali. (H.R. Ahmad dan Al-Baihaqi)
  • Jika perzinaan dan prektik ribawi sudah marak di suatu negeri maka mereka menghalalkan diri mereka untuk diazab oleh Allah. (H.R. Al-Hakim)

Peringatan-peringatan tersebut merupakan peringatan yang keras tentang dosanya riba. Perumahan islami yang syariah berusaha menjamin pembelinya agar terbebas dari dosa riba. Makanya, dalam perumahan islami tak ada istilah bunga, sita, denda, akad bermasalah, hingga BI checking. Hal tersebut semata-mata agar pihak pembeli dan penjualnya merasa aman dari riba. Berbeda dengan perumahan konvensional yang mau tak mau akan terikat dengan bank yang ujung-ujungnya terdapat unsur riba.

Selama perjalanan ini, walaupun sudah ada perumahan syariah, banyak orang yang masih memilih perumahan konvensional yang menggunakan sistem riba. Mengapa? Ternyata banyak orang mengira bahwa dengan membeli perumahan konvensional, lebih menguntungkan dari segi pengeluaran. Ada yang tanpa DP, DP murah, cicilan rendah dan berbagai kemudahan lainnya.

Padahal, hal tersebut merupakan tipuan riba oleh bank. Ketika awal membeli perumahan konvesional, mungkin cicilan terbilang flat dan murah. Tetapi jika dilihat dalam beberapa tahun ke depan, maka cicilan meningkat sesuai peningkatan bunganya. Hal tersebut jarang menjadi pertimbangan konsumen hingga ia terjebak dalam sistem riba. Belum lagi dengan adanya denda dan sita. Bagi yang tidak bermasalah dalam pelunasannya, mungkin tak terasa jebakannya. Tetapi bagi yang bermasalah, mereka akan dirugikan oleh sistem tersebut. Untung bagi bank dan mencekik bagi yang membelinya.

Pertanyaannya: masih mau tertipu? Mari tanyalah pada diri masing-masing: kenapa dalil sudah jelas, tapi kita tidak sadar juga? Tentunya hal ini menjadi pilihan Anda: mau perumahan yang islami atau yang ribawi?

Penulis: Eko Apriansyah (www.perumahanislamiindonesia.com)

*tulisan ini hasil saduran dari tulisan Indo Properti Syariah dengan beberapa tambahan dari penulis

Cara Melunasi Hutang Riba Secara Islam

Cara Melunasi Hutang Riba Secara Islam

Banyak orang yang pernah berhutang atau masih memiliki hutang. Dalam Islam hutang bisa diperbolehkan untuk kepentingan darurat dan tidak diizinkan jika hutang tersebut masuk dalam hutang riba. Perlu bagi kaum muslim untuk segera melunasi hutang tersebut jika memang ada riba di dalamnya.

Jika mampu untuk melunasi hutang, alangkah baiknya segera dilakukan dan jangan ditunda-tunda.Hal tersebut juga baik untuk ketenangan diri agar tidak memikirkan hutang lagi. Lepas semua yang dihasilkan dari riba, segera kembalikan pinjaman riba, dan bertobat supaya tidak kembali berhubungan dengan riba.

 

Bagi yang sudah memiliki hutang dengan sistem riba, lakukan hal berikut untuk melunasi hutang dan terlepas dari riba.

1. Melepas hasil riba

Menjual benda yang dibeli dari hasil pinjaman riba tersebut, untuk kemudian digunakan untuk melunasi hutang. Jika benar-benar ingin lepas dari hutang riba, tidak ada salahnya untuk menjual aset yang diperoleh dari hasil riba.

Apabila penjualan barang tersebut tidak mencukupi untuk melunasi hutang, dapat dengan meminta pinjaman ke orang terdekat untuk tambahan dana pelunas hutang. Mintalah bantuan ke orang yang mampu dan mau membantu tanpa riba.

Namun jika masih kekurangan, rajinlah bekerja dengan semangat untuk bisa mengumpulkan dana agar dapat terkumpul lebih banyak untuk melunasi pinjaman. Carilah kerja tambahan yang bisa menambah dana untuk mengembalikan pinjaman.

Hidup dengan lebih sederhana dan hindari boros agar bisa lebih cepat mengumpulkan dana kekurangannya. Jika masih tidak bisa melunasi karena belum cukup dana, cobalah untuk bersedekah. Jangan takut harta berkurang, karena bersedekah justru merupakan pintu untuk mendapatkan rezeki yang diberkahi.

2. Segera Lunasi

Hutang merupakan salah satu yang lebih baik jika bisa dihindari. Namun sekarang ini kebanyakan orang justru memilih hutang untuk sebuah modal atau untuk mengatasi kekurangan dana. Jika hutang biasa tanpa bunga tidak dipermasalahkan, tetapi jika menggunakan hutang riba maka dilarang.

Penerima dan juga pemberi riba tetap merupakan dosa, jadi lebih baik tidak dilanjutkan. Untuk yang memiliki pinjaman riba dan sudah memiliki dana untuk melunasi, akan lebih baik jika disegerakan. Allah SWT tidak menyukai hamba Nya yang menunda-nunda hutang, jadi wajib untuk segera dibayar jika sudah ada kemampuan.

Jangan sampai dana yang sudah ada malah digunakan untuk keperluan lain. Jika perlu simpan dana untuk melunasi hutang di tempat yang sulit untuk diambil sehingga tidak tergiur untuk menguranginya. Saat ada dana dan kemampuan untuk terlepas dari riba, segeralah lakukan agar hidup lebih terasa tenteram tanpa bayangan riba.

3. Bertobat memohon ampun

Hutang riba adalah salah satu yang wajib untuk segera diselesaikan atau dibayarkan.Riba adalah salah satu dosa, sehingga untuk kaum Muslim yang ingin terlepas dari riba sebaiknya bertobat lebih dulu.

Minta ampun dan jangan kembali mengulanginya. Perbanyak memohon ampun dengan hati ikhlas untuk bertobat dari riba. Rajin berdoa dan jadilah orang yang lebih sederhana sehingga dapat mencegah kembali meminjam yang ada ribanya. Mendekatkan diri dengan lebih rajin berdzikir agar selalu ingat tentang larangan riba sebagai salah satu dosa besar.

Bergaulah di lingkungan yang lebih Islami agar bisa memperbaiki diri untuk tidak lagi melirik riba dalam bentuk apa pun. Itulah beberapa informasi terkait cara melunasi hutang riba secara Islam. Pasti ada cara lain untuk menemukan rezeki selain dari hutang dengan sistem riba. Bisa saja setelah lepas dari riba, rezeki akan datang lebih lancar.

Sumber : Khalifaland.com